Dari dulu topik tentang gay adalah topik yang kontroversial.
Ada yang pro ada yang kontra. Ada yang bisa menerima dengan lapang dada. Namun
juga banyak yang mengutuk dan menjauhkan, istilah kerennya Homophobia.
Kata Homophobia berasal dari bahasa Yunani yang artinya
ketakutan terhadap sejenis (homo: sama atau sejenis, phobia: ketakutan). Semua
orang yang takut atau anti terhadap pasangan sejenis menamai dirinya homophobic.
Pasangan sejenis dikategorikan menjadi dua, yaitu gay dan
lesbian. Panggilan gay biasanya ditujukan untuk kaum lelaki yang tertarik dengan
sesama jenisnya. Sedangkan untuk kaum wanita, ketertarikan terhadap sesama jenis
dinamai lesbian.
Apa bedanya gay dengan banci / waria?
Gay biasanya menyadari bahwa dirinya laki-laki namun ia
mempunyai ketertarikan dengan laki-laki lain. Mereka tidak berusaha menganti
kelamin mereka walaupun seringkali mereka bertingkah laku sedikit feminim.
Berbeda dengan banci / waria. Kelompok ini menyadari dirinya
adalah seorang perempuan yang terjebak didalam tubuh laki-laki. Makanya
seringkali kita lihat para banci berusaha menganti penampilan mereka misalnya
dengan memakai rok dan berdandan. Banyak juga yang tidak sungkan-sungkan beroperasi
kelamin dan menyuntikan hormon perempuan kedalam dirinya supaya ia lebih mirip
dengan perempuan. Kelompok ini bukanlah gay melainkan transgender/transeksual.
Bagaimana dengan bi-sexual?
Nah…ini yang saya kurang mengerti. Yang saya tahu, memang ada
gay yang berpacaran dengan wanita dan pria. Begitu juga dengan lesbian, mereka
memiliki pacar laki-laki dan wanita. Namun ini lebih disebabkan oleh kelompok
homophobic tadi yang tidak dapat menerima mereka sebagai gay dan lesbian.
Sehingga, mau tidak mau, mereka menutupi kenyataan tersebut dengan berpacaran
dengan lawan jenis.
Mengapa orang menjadi homo (gay dan lesbian)?
- Sampai sekarang sih, riset masih dilakukan untuk lebih memastikan alasan seseorang menjadi gay/lesbian.
- Para dokter, ilmuwan dan psikolog mengatakan gay/lesbian itu disebabkan oleh factor kelebihan kromosom, tidak seimbangnya hormon, genetik / keturunan.
- Kalau orang awam menganggapnya penyakit menular. Artinya jika lingkungannya gay/lesbian, maka seseorang dapat terjangkit penyakit gay/lesbian pula.
Menurut pandangan saya, penyebab gay/lesbian memang dapat
dibagi menjadi dua, yaitu :
- Penyebab dari dalam yaitu genetik.
Saya percaya, memang ada
anak yang dilahirkan memiliki hormon tidak seimbang misalnya seorang perempuan
memiliki kelebihan horman laki-laki dan laki-laki kelebihan hormon wanita.
Jadi, bukan salah mereka jika mereka memiliki orientasi seks yang agak berbeda
dengan orang kebanyakan.
- Penyebab dari luar misalnya luka batin dan pergaulan.
Yang
paling berat adalah bila sesorang menjadi gay/lesbi karena luka batin. Percaya
atau tidak, sejak kita didalam kandung, kita sudah dapat mengalami luka batin.
Misalnya sewaktu hamil, sang ibu sangat mendambakan seorang anak laki-laki,
sehingga ia telah mempersiapkan semuanya yang berbau laki-laki, namun ternyata
yang lahir adalah seorang bayi perempuan. Nah…ini juga dapat menyebabkan si
anak perempuan tersebut menjadi seorang lesbian.
Luka batin yang kedua dapat disebabkan oleh gagalnya
hubungan antara lawan jenis. Seorang cewek yang disakiti oleh cowoknya, lalu
menjadi trauma akan laki-laki. Atau dapat juga misalnya si cewek sering melihat
mamanya dipukul oleh papanya. Sehingga ia trauma kepada lelaki dan merasa lebih
nyaman dengan perempuan.
Tapi perlu dicatat bahwa saya tidak percaya adanya sex abuse
dimasa kecil oleh sesama jenis dapat menyebabkan si anak tumbuh menjadi seorang
gay/lesbian. Dalam beberapa website yang saya baca, ada yang menyebutkan bahwa
seseorang menjadi gay/lesbian karena pernah disetubuhi / diperkosa (sex abuse)
oleh sesama jenisnya dan merasa nikmat dan akhirnya menjadi gay/lesbian. Coba
kalian pikir, mana ada yang namanya permerkosaan sesama jenis nikmat? Yang ada hanyalah
trauma yang mengakibatkan cewek maupun cowok enggan berhubungan seks dengan
siapapun. Itu baru benar.
Memang banyak perempuan atau pun laki-laki yang tadinya
berpacaran dengan lawan jenis lalu tiba-tiba berubah haluan. Menurut saya,
mereka bukan berubah haluan tapi akhirnya sadar bahwa mereka lebih tertarik
terhadap sesama jenisnya dan mulai mencari kebenaran. Dulu waktu ia kecil,
mungkin lingkungannya adalah orang-orang yang straight, sehingga ia merasa
terpaksa untuk mengikuti lingkungannya. Namun, semakin ia bertumbuh, keinginan
dalam dirinya semakin memberontak. Ia mulai mencari tahu apakah ada teman-teman
lain yang juga tertarik dengan sesama jenis. Lalu ia bergabung dan akhirnya
menemukan jati dirinya di sana.
Saya juga percaya bahwa setiap orang diberi akal budi oleh
Yang di Atas untuk memilah-milah mana yang baik dan benar, bukan hanya
ikut-ikutan belaka. Oleh karena itu, faktor pergaulan menurut saya memegang
peranan yang kecil sekali dalam hal pembentukan seseorang menjadi gay/lesbian
kalau bukan mereka sendirilah yang mencari dan memutuskan untuk menjadi seorang
gay/lesbian.
Homosexsuality vs. Religion
- Well, saya sih bukan orang yang religius. Tapi memang saya pernah beberapa kali berbincang dengan beberapa orang yang religius dan mereka semua confirmed that homoseksual bukanlah sebuah dosa. Apakah itu dosa jika kita kelebihan hormon wanita? Apakah itu dosa jika kelebihan hormon pria? Apakah dosa bila mereka merasa lebih nyaman dengan sesama jenis?
- Yang menjadi dosa adalah praktek seksual yang membabi buta yang hanya untuk mencari kepuasan. Misalnya dengan berganti-ganti pasangan. Kenyataannya memang banyak orang yang mempunyai hasrat seks yang tinggi yang lalu melampiaskannya ke sesama jenis dengan alasan “tidak akan hamil”.
- Bila kita tertarik dengan sesama jenis dan ingin membangun sebuah “keluarga” yang baik, saya yakin Tuhan tidak akan marah karena Dia adalah Tuhan yang Maha Baik.
- Sekarang pertanyaannya, mana yang lebih berdosa? Orang yang mengumpat, mencemooh, mengucilkan dan bahkan membunuh (terjadi di Amerika) kelompok homoseksual atau orang yang memilih jalan hidupnya untuk membangun keluarga dengan sesama jenis
Oke sekian dari saya, Salam Unik'ing
Sumber : masvaishal.blogspot.com



4 komentar:
Ajaran sesat
Ya.... Aku sangat setuju dengan semua perkataan anda, cinta adalah suci dengan diapun berlabuh, siiiip 👍👍👍
Edan lu ndro kok bisa cinta itu dilarang le eman terong makan terong
Posting Komentar