1. Mitos sering onani dengan lutut kopong
Tidak ada batasan yang pasti tentang seberapa sering pria boleh masturbasi. Meski dipengaruhi banyak faktor termasuk usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu baik melalui masturbasi maupun hubungan seks yang sesungguhnya.Bila berlebihan, ada yang percaya bahwa masturbasi bisa menyebabkan nyeri pada lutut atau dikenal dengan dengkul kopong. Namun hal tersebut dibantah oleh banyak para ahli. “Tidak benar bila onani bisa membuat lutut kopong, itu hanya mitos. Lutut kopong lebih karena masalah gangguan di sendi sedangkan tinggi badan tergantung dari gizi, aktivitas selama masa pertumbuhan serta faktor genetik,” jelas Dr. Andri Wanananda MS, dalam konsultasi kesehatan detikHealth.
2. Onani bikin tulang berbunyi
Selain membuat dengkul kopong, banyak juga pria yang percaya bahwa kebanyakan masturbasi bisa membuat tulang berbunyi. Lagi-lagi itu hanya mitos. Masturbasi tidak ada kaitannya dengan tulang.Masturbasi tidak berdampak pada nyeri pinggang dan bunyi lutut ketika diayun. Kemungkinan nyeri tersebut karena nyeri otot (myalgia) atau pengapuran persendian tulang (osteoarthrosis).
3. Onani/Masturbasi bikin kelamin pendek ?
Ini juga banyak dipercaya pria. Tapi para ahli mengungkapkan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masturbasi bisa membuat ukuran penis berubah lebih kecil atau justru membesar.Secara kesehatan seksual, masturbasi merupakan kegiatan yang paling sehat serta tidak berisiko daripada melakukan hubungan seks pranikah. Dan ukuran penis tidak bisa berubah dengan cara dipijat atau melalui masturbasi.
“Masturbasi tidak akan membuat ingatan berkurang, lutut kopong atau Mr P jadi pendek. Itu hanya mitos,” tegas Dr Andri
4. Onani bikin jerawatan
Masturbasi bisa menyebabkan jerawat merupakan salah satu mitos seputar jerawat yang sudah dipercaya sejak dulu. Tapi yang benar, masturbasi bukanlah penyebab jerawat.Meskipun hormon seks testosteron merupakan penyebab utama dari jerawat, tetapi terlibat dalam aktivitas seksual tidak memberikan pengaruh pada apa-apa jerawat.
Mitos ini banyak dipercaya karena jerawat pertama kali muncul selama masa pubertas. Pubertas juga merupakan saat yang sama ketika kehidupan seksualitas dan perasaan seksual mulai timbul. Tapi meskipun keduanya mungkin muncul pada waktu bersamaan, jerawat dan kehidupan seks tidak saling berpengaruh.
Nah hanya itu yang bisa saya sampaikan, bagaimana sobat Unik'ing itu hanya dampak mitosnya, tetapi bila keseringan onani juga bahaya. Jadi hematlah sperma untuk masa depan.
#SAVE_SPERMA
Sumber : terselubungi.com




0 komentar:
Posting Komentar